Sunday, 27 September 2026

PIMPASA Sampit Sosialisasikan TPPO, TPPM, dan Poltekimipas di SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan

PIMPASA Sampit Sosialisasikan TPPO, TPPM, dan Poltekimipas di SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan

Mentaya Hilir Selatan, 20 Agustus 2026 – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit melalui Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) melaksanakan sosialisasi keimigrasian di SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari program Desa Binaan Imigrasi tersebut diikuti oleh para siswa SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan. Dalam sosialisasi ini, PIMPASA memberikan edukasi mengenai bahaya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM).

Para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus yang dapat mengarah pada tindak pidana perdagangan orang maupun penyelundupan manusia. Dengan bekal pengetahuan tersebut, para pelajar diharapkan mampu mengenali risiko serta tidak mudah terpengaruh oleh tawaran atau ajakan yang mencurigakan.

Selain materi pencegahan TPPO dan TPPM, PIMPASA Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit turut memperkenalkan Sekolah Kedinasan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas). Sosialisasi ini bertujuan untuk menambah wawasan para siswa mengenai pilihan pendidikan kedinasan dan peluang melanjutkan pendidikan setelah lulus dari jenjang sekolah menengah.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai pencegahan kejahatan TPPO dan TPPM, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai kesempatan pendidikan melalui Poltekimipas.

Sosialisasi di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan manfaat dalam membangun kesadaran dan kewaspadaan generasi muda sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi wujud peran aktif PIMPASA Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sampit dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui program Desa Binaan Imigrasi.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para siswa dapat menjadi generasi yang lebih sadar, waspada, dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri dari risiko TPPO dan TPPM, sekaligus memiliki wawasan yang lebih luas dalam menentukan pilihan pendidikan untuk masa depan.

Bagikan: Facebook Twitter WhatsApp